Accpro merupakan software akuntansi siap-pakai, artinya software accounting Accpro siap digunakan oleh user tanpa harus menunggu waktu pengembangan lagi. Selain software akuntansi siap-pakai, ada lagi yang dinamakan software akuntansi tailor-made. Lalu apa perbedaannya antara software akuntansi siap-pakai dan software akuntansi tailor-made ? Simak penjelasan berikut.

solusi nyata bisnis anda

Saatnya menemukan solusi nyata bagi bisnis anda

Apa yang dimaksud software tailor-made ?

Software tailor-made sesuai dengan namanya dibuat sesuai dengan permintaan pengguna atau user yang akan menggunakannya, ibarat baju yang dibuat langsung di penjahit, diukur sesuai ukuran tubuh pemakainya. Tentunya harus melalui proses dari mulai interview akan kebutuhan user, analisa dan desain sistem, programming, pengujian serta tahap implementasi yang umumnya memakan waktu minimal 6 (enam) bulan, umumnya lebih dari itu. Karena dibuat atas permintaan user tertentu maka mulai dari user interface, sistem, printout transaksi serta laporan akan disesuaikan dengan yang ada pada perusahaan yang bersangkutan ataupun sesuai keinginan yang memesannya. Namun demikian karena dibuat untuk satu user (perusahaan) tertentu, maka segala biaya yang dikeluarkan oleh developer selama proses pengembangan harus ditanggung oleh pemesannya. Sebagai gambaran apabila software tersebut dikerjakan oleh programmer freelance (independent software developer) maka umumnya tidak akan dihargai kurang dari 15 jt rupiah, bisa 20 jt atau lebih. Akan jauh lebih mahal bila dikerjakan oleh software house. Software house umumnya akan menugaskan karyawannya yang terdiri dari 3 sampai dengan 5 orang untuk menyelesaikan pesanan ini yaitu 1 orang sebagai System Analyst yang akan mendesain sistem dan user interfacenya, 3 orang Programmer yang melakukan pengkodean program, 1 orang implementator yang akan melakukan pengujian berikut implementasi program setelah program selesai dibuat. Bayangkan bila proyek tersebut dikerjakan selama enam bulan saja, maka perusahaan harus mengeluarkan tidak akan kurang dari 60 jt belum lagi gaji bagian administrasi dan overhead cost lainnya selama kurun waktu tersebut, maka tidak berlebihan apabila perusahaan software house akan menghargai software yang dikerjakannya sebesar 120 jt atau bahkan lebih, yang biasanya akan harus diberikan uang muka sebesar 50% pada saat pesanan dilakukan. Apa yang dikemukakan di atas menyangkut harga hanyalah gambaran saja tentunya juga bergantung pada skalabilitas dan kompleksitas proyek informasi yang dikerjakan. Gambaran ini juga akan mengikuti perkembangan waktu. Tulisan ini dibuat pertama kali adalah pada tahun 2011, tentunya harganya sudah sangat jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi saat ini. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan software tailor made berharga ratusan juta bahkan sampai milyaran rupiah.

Dibalik harga yang jauh lebih mahal, ada satu kelebihan software tailor-made yang umumnya tidak selalu didapatkan pada software siap-pakai, yaitu berupa dukungan maintenance yang lebih luas dan intensif, dikarenakan harga yang dibayarkan lebih mahal maka biasanya developer akan memberikan jangka waktu free maintenance, setelah lewat dari jangka waktu maintenance maka akan dikenakan biaya maintenance yang bisa dalam bentuk kontrak maintenance per jangka waktu tertentu atau per kunjungan.

Sedangkan software siap-pakai, kalaupun developer memberikan free maintenance biasanya sangat dibatasi hanya berupa satu kali atau lebih kunjungan bahkan dibatasi hanya beberapa jam, bisa dimaklumi jika dilihat dari harganya yang jauh lebih murah, juga karena software siap-pakai dipakai oleh pengguna yang lebih luas dan bahkan tidak dibatasi oleh daerah, adalah tidak mungkin bagi developer untuk memberikan support khususnya support on site yang intensif, biasanya developer akan memberikan free support melalui telpon, email atau messenger. Apabila dimungkinkan, developer biasanya akan memberikan support on site yang masih dalam jangkauannya tentunya dengan dikenakan biaya maintenance tertentu. Dikarenakan keterbatasan ini, maka developer software siap-pakai akan berusaha semaksimal mungkin meminimalisir masalah pada software yang dikeluarkannya, itulah sebabnya diperlukan pengujian yang panjang sebelum direlease. Dengan demikian diharapkan kalaupun masih butuh dukungan support on site biasanya hanya berupa training atau pelatihan penggunaan software. Pada software tailor-made biasanya waktu pengujiannya lebih singkat karena baik pihak developer maupun user tentunya ingin segera mengimplementasikan software bersangkutan, dengan waktu pengujian yang lebih singkat maka kompensasinya diperlukan dukungan maintenance yang lebih intensif, bagaimanapun masalah atau bug pasti ada walaupun hal ini bisa diminimalisasi bergantung pada kapabilitas dan pengalaman developernya.

Tetapi anda tidak perlu khawatir. Kami sebagai developer Accpro berkomitmen untuk memberikan support yang memadai agar Accpro bisa digunakan secara optimal oleh para penggunanya.

Bagaimana dengan software siap-pakai ?

Software akuntansi siap-pakai yang baik didesain dengan mendasarkan pada sistem dan proses bisinis yang berlaku pada perusahaan umumnya dan berusaha untuk mengakomodasi semaksimal mungkin kebutuhan user pada umumnya. Artinya tetap saja ada perusahaan yang tidak bisa menggunakannya secara optimal terutama kalau ada proses bisnis yang spesifik pada perusahaan bersangkutan. Atau ada kebutuhan yang belum tercover pada software bersangkutan. Namun kelebihannya adalah user tidak perlu menanggung sendiri biaya pengembangan software bersangkutan artinya software siap-pakai akan jauh lebih murah dibandingkan software tailor-made, walaupun biaya pengembangan software siap-pakai tidaklah lebih murah dibandingkan software tailor-made karena developer akan dituntut untuk terus menyempurnakan dan mengembangkannya. Dan biasanya software tersebut harus melalui proses pengembangan dan pengujian yang panjang lebih dulu (bisa dalam hitungan tahun) sebelum direlease sehingga meminimalisasi adanya bug atau error pada software bersangkutan. Begitupun masih tidak terlepas kemungkinan adanya bug yang dilaporkan oleh user, itulah sebabnya developer umumnya perlu mengeluarkan versi updatenya yang memuat perbaikan dan penyempurnaan atas versi update sebelumnya.

Dari segi harganya, software akuntansi siap-pakai sangat murah dibandingkan kalau perusahaan ingin mengembangkan sendiri program akuntansinya. Kalau perusahaan ingin membuat sendiri program akuntansinya apalagi yang terintegrasi maka paling tidak butuh 2 sampai 3 orang programmer atau bahkan lebih. Membuat program akuntansi yang terintegrasi bukanlah perkara mudah, dibutuhkan tidak sekedar kemampuan pemrograman tetapi juga pengetahuan tentang sistem akuntansi. Waktu yang dibutuhkan juga tidaklah singkat. Anggaplah 6 bulan, kalau yang mengerjakannya 3 orang, itu artinya dibutuhkan 18 bulan pembiayaan (baca: gaji), apakah setelah itu program akan dapat digunakan dengan baik dan lancar ? Pasti tidak, karena pasti masih banyak bug dan penyempurnaan yang harus dilakukan. Sedangkan software akuntansi siap-pakai telah melalui masa itu, software akuntansi siap-pakai yang baik seperti Accpro telah melalui paling tidak 2 tahun masa pengembangan dan pengujiannya.

Pilih software siap-pakai atau software tailor-made ?

Kalau anda membutuhkan software yang mulai dari tampilannya, alur, sistem serta printoutnya persis seperti yang anda inginkan atau perusahaan anda memiliki proses bisnis yang spesifik atau kompleks dan biaya serta waktu untuk menunggu selesainya proses pengembangan tidak menjadi kendala maka pilihan software tailor-made bisa menjadi pertimbangan.

Namun jika perusahaan anda memiliki proses bisnis yang umum, rasanya software siap-pakai sudah cukup memadai, tentunya pilihlah software yang anda yakini bisa memenuhi kebutuhan anda, sebaiknya evaluasi dulu dengan mencoba versi demo atau trialnya.